Wali Kota-Forkopimda Hadiri Rakor Percepatan Vaksinasi dan Lintas Sektoral OLM 2021

 

PALEMBANG-Kulu-kilo.com. Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe didampingi Ketua DPRD Kota Lubuklinggau, H Rodi Wijaya, Dandim 0406 Lubuklinggau, Letkol Inf Erwinsyah Taufan, Kapolres Lubuklinggau, AKBP Nuryono, Kasat Pol PP, Walyusman, Kadishub, Abu Jaat, Kadiskes, Cikwi dan Kaban Kesbangpol, Firdaus Abky mengikuti  Rapat Koordinasi Percepatan Vaksinasi dan Lintas Sektoral Operasi Lilin Musi (OLM) 2021, bertempat di Ball Room Hotel Aryaduta Palembang, Senin (13/12/2021).

Dalam arahannya saat membuka acara, Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengatakan hingga saat ini jumlah vaksinasi di Provinsi Sumsel sudah mencapai 62 persen dengan kasus sembuh Covid-19, 94,82 persen dan nasional 96,5 persen. 

Gubernur juga mengungkapkan sejauh ini dua daerah di Sumsel sudah berada di zone hijau yakni Kabupaten Musi Rawas dan Kabupaten Musi Banyuasin. Sedangkan 15 daerah lainnya masih berada di zona kuning.

Menurutnya, tujuan rakor ini adalah memaksimalkan vaksinasi tepat sasaran dan mengatasi penolakan masyarakat. Oleh karena itu, dirinya meminta kepada masing-masing kabupaten/kota agar mempercepat vaksinasi sehingga target 70 persen dapat tercapai. 

Gubernur juga menginstruksikan untuk perbanyak gerai pelayanan vaksinasi ditempat umum seperti perkantoran, tempat ibadah, pasar, terminal, mall dan lain sebagainya. 

Selain itu optimalkan kerjasama (sinergitas) antara TNI, Polri, tokoh masyarakat, ASN dan masyarakat. Jamin ketersediaan vaksin karena vaksinasi adalah tanggung jawab kepala daerah selaku ketua Satgas Covid-19. 

Perayaan Nataru sambungnya sudah diatur sedemikian rupa. Kewenangan daerah harus mengedepankan kearifan agar proses ibadah tidak terganggu dan keselamatan jiwa terjamin. “Semoga Nataru tidak menimbulkan cluster baru Covid-19, tentukan titik pengaman dengan baik dan bijak,” imbuhnya.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Drs. Toni Harmanto, MH menyampaikan Operasi Lilin mulai dilaksanakan pada 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022.

Menyinggung soal gangguan Kamtibmas secara keseluruhan berjumlah 6.985 kasus dengan trend kejahatan selama 2021, curat 55 kasus, curas 35 kasus, curanmor 31 kasus dan senpi 4 kasus.

Mengenai kerawanan saat Nataru 2021/2022, seperti pelanggaran Prokes, pelanggaran mudik, kriminalitas, kemacetan dan bencana alam.  Polri sudah melakukan cipta kondisi pra Operasi Lilin Musi 2021, dari 15- 29 November 2021 yakni dengan melaksanakan Operasi Zebra Musi 2021, Operasi Senpi Musi 2021 dan Operasi Antik Musi 2021. 

“Bagi yang melintasi pos, wajib melalui pemerikasaan dengan menunjukkan surat vaksin dan antigen 1 x 24 jam,” tandasnya.

Kapolda juga mengungkapkan rencana  pagelaran kekuatan dan Sarpras dengan rincian Ren kekuatan personil Polri 1.428 personil, TNI 290 personil, Dishub 244 personil, Linmas 18 personil, Pol PP 318 personil, Jasa Raharja 32 personil, Damkar 88 personil, PMI 21 personil, Pramuka 159 personil, Dinkes 195 personil, Orari 4 personil, Senkom 154 personil, ASDP/ADPEL 8 personil, BPBD 122 personil, PKS 4 personil, PLN 6 personil, Angkasa Pura 8 personil dan Pelindo 4 personil. 

Sedangkan untuk Sapras, rinciannya Alut 10 unit, Alsus 38 unit, tenda dinas 10 unit, CCTV 583 unit, Komob 1 unit, HT 846 unit, kapal 8 unit, pesawat/helikopter 8 unit, Rantis 20 unit, ambulance 28 unit, derek 13 unit, senpi RE 524 unit, senpi bahu 524 unit, RAN R2 507 unit dan RAN R4 179 unit. 

Sementara itu, acara ini juga dilakukan secara vidcon. Untuk di Kota Lubuklinggau dipusatkan di Aula Bagian Ops Polres Lubuklinggau. Hadir mewakili wali kota, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra.(Sony)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama