Asisten III dan OPD Terkait Ikuti Sosialisasi UI GCMR

 

LUBUKLINGGAU-Kulu-kilo.com, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kota Lubuklinggau, Herdawan didampingi Sekretaris Bappedalitbang, Tresia Hastuti, Kadis PUPR diwakili Kabid Cipta Karya, Taufik Qurrahman serta Kabid Tata Lingkungan dan Peningkatan Kapasitas DLH, Rosmala Ambar Sari mengikuti kegiatan sosialisasi UI Green City Metric Rangkings (GCMR) untuk kabupaten/kota via zoom meeting, bertempat di Command Center Lubuklinggau, Rabu (26/1/2022).

Ketua UI Green City Metric World University Rangkings Prof. Dr. Ir Riri Fitri Sari, M.M.,M.Sc menyampaikan keberadaan UI Green City Metric Rangkings untuk kabupaten/kota diharapkan dapat mendukung kesejahteraan masyarakat.

“Kami yakin sudah banyak konsep yang telah dijalani. Termasuk bagaimana konsep Green City Metric dalam penanganan sampah, air dan transportasi ramah lingkungan untuk mewujudkan kota modern. Dengan demikian
standar pelayanan perkotaan menjadi kota cerdas diharapkan mampu menunjang kehidupan yang lebih layak,” paparnya.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Dr. Drs. Safrizal Z.A.,M.Si menggambarkan saat ini data pertumbuhan perkotaan mencapai 4,1 persen pertahun dimana pertumbuhan penduduk di wilayah  perkotaan terus bertambah akibat urbanisasi sehingga melewati batas.

Ia juga menyinggung soal kondisi layanan publik mulai dari perumahan harus layak huni, air minum, transportasi dengan tetap mengacu pada tiga pilar pembangunan berkelanjutan yang meliputi pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan sosial dan keberlanjutan lingkungan.

Menurutnya, Green City Metric diharapkan dapat diperkuat dengan implementasi peraturan tentang perkotaan terkait isu-isu lingkungan.

Sosialisasi UI Green City Metric Rangkings oleh Dr. Nyoman Suwartha, S.T dalam paparannya menjelaskan Green City Metric yang diinisiasi Universitas Indonesia (UI) pada 2010, merupakan sebagai pemeringkatan universitas dunia untuk kampus hijau dan berkelanjutan.

Ada enam katagori dalam Green City Metric, yakni waste, energy and climate chang (EC), education (ED), water (WR), trasportation (TR), seeting and infrastructure.

Konteks UI Green City Metric,  dimana dunia menghadapi banyak tantangan berkelanjutan seperti air, energi, perubahan iklim, polusi, perubahan demografis, populasi yang menua, pandemi, kesehatan masyarakat, ketidaksetaraan, kemiskinan, tatapamong, bencana alam dan pendidikan dimana Pemkab/Pemkot memiliki peran penting untuk mengatasi tantangan tersebut.

Ia juga menjelaskan tentang Fitur UI Green City Metric yang tidak lain memberikan pemeringkatan kabupaten/kota berdasarkan SDGS, menjadi alat monitoring dan evaluasi kabupaten/kota yang lestari dan berkelanjutan, dapat digunakan kabupaten/kota besar maupun kecil, menggunakan metric yang ramah penggunaan (user-friendly) dan web-based.

Kegiatan juga diisi dengan workshop pengisian kuesioner UI Green City Metric yang dipandu Dr. Ruki Harwahyu, M.T.,M.Sc. 

Kabid Cipta Karya, Taufik Qurrahman menyampaikan pihaknya sangat mendukung konsep UI Green City Metric. Terutama mengenai penanganan sampah, air, tata kelola ruang dan transportasi ramah lingkungan, untuk mewujudkan kota modern melalui Green City Metric. (sony)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama